Jumat, 05 Mei 2017

Pengertian citra Vektor

Pengertian citra Vektor
Citra vektor/gambar vektor merupakan gambar digitalyang berdasarkan persamaan matematis. Gambar Vektor terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil.

Citra vektor merepresentasikan gambarnya tidak dengan menggunakan pixel, melaikan dengan kurva dan garis yang didefinisikan dalam persamaan matematis. Persamaan matematis tersebut disebut dengan vektor. Sebagai contoh menggambar segitiga maka didefinisikan persamaan matematis dari segitiga sehingga membentuk garis pembatas segitiga didalam garis pembat

KONVERSI CITRA DESAIN

  1. 16
  2. 4. KONVERSI CITRA TRUE CO
  3. LOR MENJADI CITRA KEABUAN (
  4. GRAYSCALE
  5. )
  6. •
  7. Operasi konversi citra true color ke keabuan dengan rumus :
  8. Ri + Gi + Bi
  9. Ko = --------------------
  10. 3
  11. •
  12. Bisa juga dengan memberi bobot (w) pada RGB kare
  13. na mata manusia lebih sensitif pada warna
  14. hijau, kemudian merah, terakhir biru.
  15. Ko = wr Ri + wg Gi + wb Bi
  16. Berdasarkan NTSC (National Tele
  17. vision System Committee), dimana :
  18. wr = 0.299
  19. wg = 0.587
  20. wb = 0.144

NEGASI

NEGASI
•
Operasi untuk mendapatkan citra negatif (negative image)
•
Meniru film negatif pada fotografi, yaitu titik
yang berwarna putih pada
citra mempunyai warna
hitam pada film negatifnya, demikian juga sebaliknya.
•
Dilakukan dengan cara mengurangi nilai intensita
s piksel dari nilai keabuan maksimum.
Ko = Kmax – Ki
Misal pada citra dengan 256
derajat keabuan (8 bit)
Kmax
= 255 maka
Ko = 255 – Ki
atau
f(x,y)’ =255 – f(x,y)

PENINGKATAN KONTRAS

  1. 2. PENINGKATAN KONTRAS (
  2. CONTRAST ENHANCEMENT
  3. )
  4. •
  5. Jika sebuah citra yang mempunyai nilai keabua
  6. n yang tidak terlalu berbeda untuk semua titik,
  7. dimana titik tergelap dalam citra tidak mencapai hitam pekat dan titik paling terang dalam citra
  8. tidak berwarna putih cemerlang
  9. •
  10. Dengan peningkatan kontras maka titik yang cenderung gelap menjadi
  11. lebih gelap dan yang
  12. cenderung terang menjadi lebih cemerlang.

CITRA WARNA

  • 12
  • C.
  • CITRA WARNA (TRUE COLOR)
  • •
  • Setiap titik (pixel) pada citra warna mewakili
  • warna yang merupakan kombinasi dari tiga warna
  • dasar yaitu merah hijau biru
  • Æ
  • citra RGB (Red Green Blue)
  • •
  • Setiap warna dasar mempunyai intensitas sendi
  • ri dengan nilai maks
  • imum 255 (8 bit)
  • Red = warna minimal putih, warna maksimal merah
  • Green = warna minimal putih, warna maksimal hijau
  • Blue = warna minimal putih, warna maksimal biru
  • •
  • Misal warna kuning = kombinasi warna merah dan hijau sehingga nilai RGB-nya = 255 255 0
  • Warna ungu muda = kombinasi warna merah dan
  • biru sehingga nilai RGB-nya = 150 0 150
  • Contoh : bisa dilihat di Photoshop
  • •
  • Jadi setiap titik pada citra
  • warna membutuhkan data 3 byte
  • •
  • Jumlah kemungkinan kombinasi warna 2
  • 24
  • = lebih dari 16 juta warna
  • Æ
  • 24 bit
  • Æ
  • disebut true
  • color karena dianggap mencakup semua warna yang ada.
  • Citra warna
  • = 255 255 255 0 0 0 128 128 128 128 128 0
  • = 0 255 255 0 0 0 204 255 255 0 0 255
  • = 150 150 150 51 51 51 255 255 255 95 95 95
  • = 255 204 153 255 204 153 128 0 0 255 0 255
  • Catatan :
  • Ada perbedaan warna dasar untuk cahaya (misal di
  • splay di monitor komput
  • er) & untuk cat/tinta
  • (misal cetakan di atas kertas).
  • Citra cahaya menggunakan warna
  • dasar RGB = Red Green Blue
  • Citra cat menggunakan warna dasar
  • CMY = Cyan Magenta Yellow
  • Dalam matakuliah ini kita menggunakan
  • standar warna dasar cahaya (RGB)

MACAM / TYPE CITRA

  • MACAM / TYPE CITRA BERDASARKAN
  • FORMAT PENYIMPANA
  • N NILAI WARNANYA
  • A.
  • CITRA BINER
  • •
  • Setiap titik (pixel) dalam citra bernilai 0 atau 1.
  • Warna hitam = 0, putih = 1.
  • Catatan :
  • Model citra cahaya = ada cahay
  • a (=1) maka warna putih
  • Model citra cahaya =
  • tidak ada cahaya (=0) maka warna hitam
  • Model citra tinta / cat = ada
  • cat (=1) maka warna hitam
  • Model citra tinta / cat = tidak
  • ada cat (=0) maka warna putih
  • Setiap titik membutuhkan media penyimpanan 1 bit
  • Contoh =
  • Citra Biner (hitam = 0, putih = 1)
  • = 1 1 0 1 1 0 1 1
  • = 1 1 0 1 1 0 1 1
  • = 1 1 0 0 0 0 1 1
  • = 1 1 0 1 1 0 1 1
  • = 1 1 0 1 1 0 1 1

Resolusi Citra

  1. Resolusi Citra
  2. •
  3. = resolusi spasial dan resolusi kecemerlangan,
  4. berpengaruh pada besarnya informasi citra yang
  5. hilang.
  6. •
  7. Resolusi spasial
  8. = halus / kasarnya pembagia
  9. n kisi-kisi baris dan kolom.
  10. Transformasi citra kontinue ke citra digi
  11. tal disebut digitalisasi (sampling).
  12. Misal hasil digitalisasi dengan juml
  13. ah baris 256 dan jumlah kolom 256
  14. Æ
  15. resolusi spasial
  16. 256 x 256.
  17. •
  18. Resolusi kecemerlangan (i
  19. ntensitas / brightness)
  20. = halus / kasarnya pembagian tingkat kecemerlangan.
  21. Transformasi data analog yang bersifat kontinue ke
  22. daerah intensitas diskrit disebut kuantisasi.
  23. Bila intensitas piksel be
  24. rkisar antara 0 dan 255
  25. Æ
  26. resolusi kecemerlangan citra adalah 256